Ngobrol Politik : Peran Perempuan Dalam Penyelenggaraan Pemilu
|
Tangerang Selatan, Bawaslu Kota Tangerang Selatan - Dalam pemilu, peran perempuan turut andil dalam perkembangan kepemiluan saat ini, maka dari itu keterwakilan perempuan dalam penyelenggara pemilu harus diperhatikan dengan serius. Hal tersebut yang menjadi poin penting dalam episode terbaru NGOPI, Selasa (28/4/2026).
Liah menyampaikan menjadi penyelenggara pemilu bagi perempuan sangat menyenangkan karena bisa memperjuangkan perempuan-perempuan lainnya dalam kepemiluan, dan akan mempunyai relasi karena bisa terjun langsung ke masyarakat.
"Saya menjadi penyelenggara pemilu bisa memperjuangkan perempuan-perempuan lain, misalnya merekrut penyelenggara ad hoc tingkat kelurahan maupun TPS itu perempuan dan ternyata bisa bekerja lebih teliti dan lebih rajin, menyenangkan menjadi penyelenggara pemilu, kita bisa punya relasi terlebih kita bisa menunjukan kepada masyarakat bahwa kita bisa sama-sama mengawal pemilu menjadi lebih baik.” Jelasnya
Kemudian, perihal keterwakilan perempuan yang menjadi tantangan bagi penyelenggara pemilu karena masih kurang, padahal Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 juga menyebutkan, memperhatikan 30% keterwakilan perempuan dalam penyelenggara pemilu.
"Tantangan kita tentu belum terpenuhinya 30% keterwakilan perempuan, tentunya ada beberapa faktor diantaranya letak geografis, akses informasi, pendidikan, umur, dan juga mereka ada keinginan tapi tidak punya ruang, ada juga mereka punya ruang tapi tidak tahu mulainya dari mana.” Tambahnya.
Masih dalam perbincangan yang sama, Liah menegaskan komitmen Bawaslu dalam meningkatkan kapasitas jajaran Bawaslu khususnya perempuan melalui kegiatan peningkatan kapasitas baik bagi internal Bawaslu maupun eksternal Bawaslu.
"Kami bukan hanya berkomitmen meningkatkan kapasitas perempuan, tapi juga seluruh jajaran di Bawaslu, saat ini kami sedang banyak kegiatan peningkatan kapasitas bisa seminggu dua kali, bahkan kami juga menggaet organisasi atau komunitas khususnya perempuan untuk berdiksusi terkait perkembangan demokrasi dan politik.” tegasnya
Pada akhir diskusi, Liah menyampaikan banyak inovasi-inovasi yang lahir dari perempuan, maka dari itu bagaimana Bawaslu menampungnya, dan dari perempuan untuk perempuan bukan lagi saatnya saling bertarung, tetapi sudah saatnya saling merangkul. (anv/rky)
Penulis : Anov Rezando D. P
Editor : Riky Firmansyah