Lompat ke isi utama

Berita

TETAP PERKUAT DEMOKRASI DI BULAN RAMADHAN, BAWASLU TANGSEL ADAKAN “NGABUBURIT PENGAWASAN” DENGAN TEMA “KONSOLIDASI DEMOKRASI DALAM MEMBANGUN PENGAWASAN PARTISIPATIF”

Program yang disiarkan di youtube channel milik Bawaslu Tangsel TV, dihadiri oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Tangsel. Turut hadir, Kepala Sekretariat (Kasek), para Kepala Sub Bagian (Kasubbag), dan Jajaran Sekretariat Bawaslu Tangsel. Anggota Bawaslu Tangsel, Apria Roles Saputro merupakan host “Ngabuburit Pengawasan” pada hari ini yang memandu para Narasumber, yaitu Asrianto Asgaf, S.I.Kom., M.I.Kom yang merupakan seorang Akademisi dan Ustadz Agus Setyawan yang merupakan seorang Pemuka Agama

Program yang disiarkan di youtube channel milik Bawaslu Tangsel TV, dihadiri oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Tangsel. Turut hadir, Kepala Sekretariat (Kasek), para Kepala Sub Bagian (Kasubbag), dan Jajaran Sekretariat Bawaslu Tangsel. Anggota Bawaslu Tangsel, Apria Roles Saputro merupakan host “Ngabuburit Pengawasan” pada hari ini yang memandu para Narasumber, yaitu Asrianto Asgaf, S.I.Kom., M.I.Kom yang merupakan seorang Akademisi dan Ustadz Agus Setyawan yang merupakan seorang Pemuka Agama.

TANGSEL – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Tangerang Selatan (Bawaslu Tangsel) melaksanakan Program Ngabuburit Pengawasan dengan Tema Konsolidasi Demokrasi dalam Membangun Pengawasan Partisipatif. 

Ketua Bawaslu Tangsel, Muhamad Acep yang menyatakan harapannya agar dengan dilaksanakannya Ngabuburit Pengawasan ini, dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, “Harapannya, dengan Ngabuburit Pengawasan ini, peran masyarakat ikut serta melaksanakan pengawasan Pemilu dan Pilkada,” ujar Acep.

Diskusi inti pada Ngabuburit Pengawasan ini menyoroti bagaimana Konsolidasi Demokrasi dalam Kacamata Akademisi. Dimana Asrianto memberikan tanggapan bahwa stakeholder harus satu frame dalam menampilkan demokrasi yang ideal. “Stakeholder memang harus memberikan literasi politik terhadap publik. Tidak bisa dipungkiri bahwa platform media sosial sekarang menjadi yang paling digunakan untuk memberikan literasi itu salah satunya. Mengutip dari pendapat ahli, apa yang kita tampilkan di media sosial, itu cerminan diri kita yang sebenarnya. Seluruh stakeholder harus satu jalan, satu pikiran, satu frame terkait bagaimana menampilkan demokrasi ideal yang sebenarnya. Pemilu ini kan suksesi yang menjadi sense of direction—pola jalan menuju demokrasi yang ideal,” jelas Asrianto.

Di samping Kacamata Akademisi, Islam juga memiliki pandangan terkait Demokrasi, sebagaimana dijelaskan oleh Ustadz Agus bahwa dalam Islam, Demokrasi adalah adil dalam bermusyawarah, berprinsip, dan berkeadilan. “Demokrasi di dalam Islam, kita bermusyawarah dengan masyarakat kemudian menghasilkan demokrasi. Demokrasi dalam Islam point pentingnya adalah adil dalam bermusyawarah, berprinsip, dan berkeadilan. Rasulullah selalu bertanya dengan sahabatnya, karena beliau belum tentu ahli di bidang itu. Akhirnya, para sahabat bertanya, “Apakah ini wahyu atau pendapat kamu? Kalau wahyu, kami tidak berani melawan. Tetapi kalau ini pendapat kamu, kita masih berani beropini,” imbuh Agus.  

Melalui closing statement dari Asrianto, audience kembali diingatkan bahwasanya menjaga Demokrasi adalah tugas seluruh pihak, “Yang merawat Demokrasi bukan hanya diperuntukkan bagi lembaga atau instansi tertentu, tetapi semua orang”, tegas Asrianto.

Program yang disiarkan di youtube channel milik Bawaslu Tangsel TV, dengan lokasi shooting di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Sekretariat Bawaslu Tangsel pada hari Selasa (24/02) ini dimulai pada Pukul 16:30 WIB dan dihadiri oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Tangsel. Turut hadir, Kepala Sekretariat (Kasek), para Kepala Sub Bagian (Kasubbag), dan Jajaran Sekretariat Bawaslu Tangsel. Anggota Bawaslu Tangsel, Apria Roles Saputro merupakan host “Ngabuburit Pengawasan” pada hari ini yang memandu para Narasumber, yaitu Asrianto Asgaf, S.I.Kom., M.I.Kom yang merupakan seorang Akademisi dan Ustadz Agus Setyawan yang merupakan seorang Pemuka Agama. (Vanya)

Penulis: Vanya

Editor: Annisa Fitrah