Lompat ke isi utama

Berita

Ngobrol Politik : Tantangan Humas Bawaslu di Masa Non Tahapan Pemilu

Ngobrol Politik : Tantangan Humas Bawaslu di Masa Non Tahapan Pemilu

Tangerang Selatan, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Tangerang Selatan – Bawaslu Kota Tangerang Selatan melaksanakan “Ngopi” (Ngobrol Politik) di Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Tangerang Selatan. Selasa, (5/5/2026).

Tangerang Selatan, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Tangerang Selatan – Bawaslu Kota Tangerang Selatan melaksanakan “Ngopi” (Ngobrol Politik) di Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Tangerang Selatan. Selasa, (5/5/2026)

“Ngopi” kali ini dipandu oleh Annisa Fitrah Laela sebagai host dan dihadiri oleh Sam’ani yang merupakan Koordinator Divisi Humas dan Datin Bawaslu Provinsi Banten sebagai narasumber pada “Ngopi” dengan tema “Tantangan Humas Bawaslu di Masa Non Tahapan Pemilu”.

Dalam melaksanakan tugas kehumasan, publikasi yang dilakukan tidak hanya terbatas pada foto, video, maupun produk digital lainnya, namun juga publikasi yang mengandung bahasa hukum, seperti yang menjadi salah satu diskusi yang ditanyakan oleh host kepada narasumber, “Bahasa hukum biasanya sulit untuk dimengerti.

Sebagai humas, bagaimana cara kita menyampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami?” tanya Annisa. Kemudian, narasumber memberikan tanggapannya bahwa untuk menjangkau lapisan masyarakat sehingga bahasa hukum dapat lebih mudah untuk dimengerti, dapat dilakukan dengan kegiatan refleksi kebudayaan. 

“Biasanya kita mendekati lapisan masyarakat itu sampai kepada refleksi kebudayaan, seperti pada saat hari besar keagamaan, misalnya berkunjung ke Vihara saat Imlek. Itu kita kaitkan dengan nilai-nilai demokrasi. Explore Budaya Baduy pada saat Seba Baduy kemarin kami di Bawaslu Provinsi Banten juga melakukannya. Refleksi pada saat hari raya Nyepi, dimana kaitannya di kita adalah seperti saat masa tenang sebelum hari pemungutan suara,” jelas Sam’ani.

Di samping itu, narasumber juga memberikan pesan bahwasanya tugas-tugas kehumasan sejatinya tidak hanya diampu oleh divisi atau bagian humas saja, tetapi oleh seluruh jajaran Bawaslu, “Kita harus proaktif dan terus me-monitor. Jangan fokus memproduksi informasi, tetapi tidak mengawasi lalu menangkal informasi yang keliru, kemudian membuat klarifikasi.

Selain itu, yang harus dipahami oleh teman-teman Bawaslu, peran kehumasan diampu juga oleh seluruh rekan-rekan divisi lain, tidak hanya di bagian humas,” tegas Sam’ani. (vny/rky).

Penulis : Vanya

Editor : Riky Firmansyah