Kolaborasi PERS-Pengawasan Partisipatif
|
Tangsel - Ngopi kali ini menghadirkan Dwi Haryanto, ketua Serikan Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Tangerang Selatan periode 2021-2024 sebagai narasumber, yang menjelaskan tentang peran penting pers dalam pengawasan partisipatif pemilu. (10/26).
Bawaslu Tangsel - Pers sebagai wahana Media informasi, dan pendidikan bagi masyarakat sangat penting terhadap proses kepemiluan. Hal tersebut yang menjadi poin penting dalam episode terbaru NGOPI, selasa (10/02).
Dwi menyampaikan peran Pers terhadap kepemiluan sangat penting, perlu adanya kolaborasi dengan Bawaslu, karena ada fungsi kontrol sosial di dalamnya sehingga masyarakat dapat mengetahui informasi yang aktual khususnya terkait kepemiluan, "Pers bisa berfungsi sebagai kontrol sosial, pentingnya berkolaborasi dengan Bawaslu terkait informasi kepemiluan khususnya pengawasan yang dilakukan Bawaslu agar masyarakat mengetahui informasi aktual". Jelasnya
Kemudian, Maraknya Media sosial menjadi salah satu sarana informasi yang mudah didapatkan menjadi perhatian. hoaks, hate speech banyak bermunculan pada saat tahun pemilu. "Saat ini perkembangan sosial media menjadi sebuah sarana mencari informasi yang cepat dan mudah, bedanya dengan Pers ialah sosial media tidak ada kode etik sendangkan Pers ada kode etiknya" Tambahnya
Masih dalam diskusi yang sama, menurut Dwi bahwa prinsip check and balance sangat penting untuk menghindari informasi hoaks, harus mencari informasi dari berbagai sumber yang berimbang.
"Untuk menghindari informasi hoaks khususnya dalam pemilu, kita harus mencari tahu kebenaran sebelum mempublikasikan, memverifikasinya dari berbagai macam sumber yang berimbang sehingga bisa menampilkan informasi yang benar." Imbuhnya
Pada akhir diskusi Dwi menyampaikan Harapannya untuk pemilu selanjutnya, pengawasan partisipatif publik harus menjadi satu kesatuan dengan Bawaslu dan juga Pers. Maka dari itu kolaborasi dan komunikasi antara penyelenggara pemilu dan pers harus terjalin sehingga pemilu bukan hanya bicara hasil namun juga soal proses yang dilalui terlegitimasi, menghasilkan pemilu yang jujur dan adil.
Penulis : Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat
Editor : Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat