Bawaslu Tangsel Laksanakan Ngabuburit Pengawasan Jilid 2, Bahas Etika dan Integritas Penyelenggara Pemilu
|
Tangerang Selatan, Badan Pengawas Pemilu Kota Tangerang Selatan – Bawaslu Kota Tangerang Selatan kembali melaksanakan program Ngabuburit Pengawasan 2026 Jilid 2, sebuah diskusi konsolidasi demokrasi yang membahas pentingnya etika dan integritas penyelenggara Pemilu dalam menjaga kepercayaan publik, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema Etika dan Integritas Penyelenggara Pemilu, Kunci Menjaga Kepercayaan Publik ini dilaksanakan di Ruang Live Streaming Bawaslu Kota Tangerang Selatan, dan disiarkan secara langsung melalui platform Instagram dan YouTube Bawaslu Tangsel TV.
Diskusi menghadirkan Ketua KPU Kota Tangerang Selatan, M. Taufiq MZ, sebagai narasumber. Sementara itu, kegiatan dipandu oleh Apria Roles Saputro sebagai host, dengan dukungan teknis oleh Riky Firmansyah sebagai operator.
Dalam diskusi tersebut, Taufiq MZ menegaskan bahwa etika dan integritas merupakan fondasi utama bagi penyelenggara Pemilu dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, di atas norma hukum dan regulasi yang berlaku, terdapat nilai etika yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh penyelenggara Pemilu.
“Penyelenggara Pemilu memiliki tanggung jawab publik yang besar, mulai dari penyusunan regulasi, pengelolaan logistik, hingga pelaksanaan teknis di lapangan yang bersinggungan langsung dengan peserta Pemilu dan masyarakat. Oleh karena itu, nilai etika dan integritas tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi merupakan keharusan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Taufiq menjelaskan bahwa integritas dalam penyelenggaraan Pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga seluruh pihak yang terlibat dalam proses demokrasi, termasuk peserta Pemilu, Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri, serta masyarakat luas.
Ia juga menyoroti bahwa dalam praktik demokrasi, Pemilu merupakan ruang kontestasi yang sah dalam memperebutkan kekuasaan secara konstitusional. Oleh karena itu, penyelenggara Pemilu harus mampu menjaga independensi dan menghindari konflik kepentingan agar kepercayaan publik tetap terjaga.
“Apabila persoalan integritas penyelenggara Pemilu dapat diselesaikan dengan baik, maka setidaknya setengah dari persoalan Pemilu sebenarnya sudah terselesaikan. Ini menunjukkan betapa besar harapan masyarakat terhadap integritas penyelenggara,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Taufiq juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat dalam mencegah berbagai potensi pelanggaran Pemilu, seperti praktik politik uang. Menurutnya, keberhasilan Pemilu yang berintegritas tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Sebagai penutup, Taufiq berharap seluruh pihak dapat terus menjaga nilai etika dan integritas dalam setiap proses demokrasi, sehingga pelaksanaan Pemilu dan Pilkada ke depan tidak hanya sukses secara prosedural, tetapi juga menghasilkan demokrasi yang substantif dan berkualitas.
Program Ngabuburit Pengawasan merupakan salah satu upaya Bawaslu Kota Tangerang Selatan dalam memperkuat konsolidasi demokrasi di luar tahapan Pemilu, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu.
Ke depan, Bawaslu Kota Tangerang Selatan juga akan melanjutkan diskusi konsolidasi demokrasi melalui berbagai program edukasi publik lainnya, seperti Ngopi (Ngobrol Politik), dengan mengangkat isu-isu strategis terkait pengawasan Pemilu dan penguatan demokrasi.
Penulis : Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat
Editor : Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat