Bawaslu Kota Tangerang Selatan Laksanakan "Ngopi" Episode 70 : Bedah Tantangan Pengawasan Logistik dan Rekrutmen Badan Ad Hoc
|
Tangerang Selatan, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Tangerang Selatan — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan kembali menyelenggarakan kegiatan konsolidasi demokrasi melalui program rutin "Ngopi" (Ngobrol Politik) Episode 70. Diskusi interaktif yang bertempat di Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Tangerang Selatan dengan mengusung tema "Catatan Pengawas: Dari Mengawal Logistik Hingga Rekrutmen Ad Hoc" ini dilaksanakan pada Kamis (05/11/2026).
Dipandu oleh Annisa Fitrah Laela selaku pembawa acara, kegiatan ini menghadirkan Bapak Ferry Purnawan, yakni Anggota/Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Kabupaten Tangerang sebagai narasumber. Dalam diskusi tersebut, Ferry Purnawan memaparkan landasan teknis dalam mengawal kelancaran alur logistik pemilu di wilayah Kabupaten Tangerang yang memiliki 29 kecamatan dan 2,4 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT). "Sesuai Perbawaslu Nomor 12 Tahun 2023 tentang Pengawasan Logistik, ada prinsip 5T. Tepat Jumlah, Tepat Jenis, Tepat Kualitas/Bentuk, Tepat Waktu, dan Tepat Sasaran/Tujuan," ujar Ferry.
Selain prinsip pengawasan logistik yang dijalankan secara ketat 24 jam nonstop melalui sistem shift, diskusi ini mengupas berbagai potensi kerawanan di lapangan, seperti risiko surat suara tertukar antar-Dapil, kelebihan atau kekurangan logistik, hingga pengetatan prosedur sortir-lipat dan percetakan di pabrik vendor. Di samping aspek logistik, Ferry menjelaskan tantangan besar dalam rekrutmen badan Ad Hoc, terutama dalam pemenuhan kuota minimal 30% perempuan di tiap kecamatan serta pentingnya menjaga independensi pendaftar agar steril dari kepengurusan partai politik.
Penulis dan Foto : Vanya
Editor : Vanya