Bawaslu Tangsel Laksanakan Ngopi Episode 58, Dorong Pengawasan Pemilu Partisipatif Bersama Masyarakat
|
Tangerang Selatan, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Tangerang Selatan -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan kembali melaksanakan Program “Ngopi” (Ngobrol Politik) sebagai bagian dari diskusi konsolidasi demokrasi di luar tahapan Pemilu. Memasuki Episode 58, kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Live Streaming Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Tangerang Selatan ini mengangkat tema “Lensa Pengawas : Mengawal Demokrasi Bersama Bawaslu” dengan menghadirkan Faridal Arkam Machus, S.I.Kom., Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Tangerang, sebagai narasumber. Kegiatan dipandu oleh Host Annisa Fitrah Laela dan berlangsung pada Hari Kamis (13/08/2026).
Dalam diskusi tersebut, dibahas pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi dan Pemilu. Bawaslu dinilai tidak dapat menjalankan fungsi pengawasan secara optimal tanpa dukungan masyarakat, sehingga diperlukan penguatan pengawasan partisipatif melalui edukasi kepemiluan, komunikasi dengan masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk mahasiswa, pelajar, dan komunitas. Faridal juga menjelaskan pentingnya keberadaan Kader Pengawas Partisipatif (P2P) sebagai bagian dari strategi memperluas informasi dan edukasi kepemiluan di tengah masyarakat. “Jadi kita sebagai Bawaslu tidak bekerja sendiri. Ada masyarakat, ada stakeholder, mahasiswa, pelajar dan lain-lainnya turut andil dalam bagian ini,” tegas Faridal.
Selain pengawasan partisipatif, diskusi juga menyoroti pentingnya edukasi kepemiluan yang dilakukan secara berkelanjutan, pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi yang kreatif dan relevan bagi generasi muda, serta peningkatan literasi digital masyarakat. Pemetaan potensi kerawanan, termasuk isu politik uang dan dinamika di ruang digital, juga menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Tangerang Selatan mendorong terbangunnya kolaborasi yang lebih luas antara penyelenggara Pemilu, masyarakat, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, akademisi, dan komunitas sebagai upaya memperkuat pengawasan partisipatif dan mempersiapkan demokrasi yang lebih berkualitas menuju Pemilu Tahun 2029.
Penulis dan Editor : Vanya
Foto : Riky Firmansyah